Pengangguran di Indonesia
Pengangguran di Indonesia tahun 1996
- 2005
Masalah
ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini telah mencapai kondisi yang cukup
memprihatinkan di tandai dengan jumlah penganggur yang besar, pendapatan
relative rendah dan kurang merata. Sebaliknya, pengangguran yang tinggi
merupakan pemborosan-pemborosan sumber daya dan potensi yang ada, menjadi beban
keluarga dan masyarakat, sumber utama kemiskinan, dapat mendorong peningkatan
keresahan sosial dan criminal, dan dapat menghambat pembangunan dalam jangka
panjang. Pengangguran merugikan bagi orang yang bersangkutan dan bagi
masyarakat sekitarnya
Dari
grafik di atas, dapat kita ketahui bahwa pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada
tahun 1996 hingga tahun 2005 mengalami pasang-surut, sedangkan sejak tahun 1999
hingga tahun 2005 jumlah pengangguran mengalami peningkatan. Bahkan pada tahun
2005 kenaikan jumlah pengangguran mencapai kurang lebih 11 juta jiwa. Hal ini
tidak di imbangi dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Ini membuktikan bahwa
banyaknya pengangguran disebabkan oleh sempitnya lapangan pekerjaan dan tidak
adanya kesempatan untuk melatih ketrampilan mereka.
Untuk itu, cara yang paling utama untuk mengatasi
pengangguran adalah melakukan perluasan kesempatan kerja. Perluasan kesempatan
kerja sangat penting untuk tenaga kerja karena menyangkut pemenuhan
kesejahteraan hidup. Tenaga kerja yang yang bekerja akan memperoleh balas jasa
berupa gaji atau upah. Jadi, kesempatan kerja merupakan kesempatan untuk
memperoleh penghasilan bagi tenaga kerja.
Ada
berbagai cara untuk mengatasi pengangguran. Karena terdapat beberapa macam
pengangguran, maka cara mengatasi pada masing-masing jenis pengangguran itu
juga berbeda-beda. Diantaranya seperti, peningkatan mobilitas tenaga kerja dan
modal, pengelolaan permintaan masyarakat, penyediaan informasi tentang
kebutuhan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, program pendidikan dan pelatihan
kerja, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri dan menjadi wiraswastawan.
Penganggur Usia Muda Menurut pendidikan
Hal yang tidak terelakkan dari ‘turun’nya jumlah angkatan
kerja itu adalah prosentase pengangguran di Indonesia.
Ini adalah grafik prosentase pengangguran terhadap jumlah
penduduk Indonesia, yang menunjukkan adanya peningkatan setiap tahunnya,
mencapai 10% di tahun 2011 lalu.
Bahkan jika dihadapkan pada jumlah angkatan kerja,
prosentase pengangguran di Indonesia mencapai 69% dari total angkatan kerja.
Dari pie chart di atas diketahui bahwa hampir seperempat
(24%) dari angkatan kerja kita adalah ‘pengangguran terdidik’, yaitu yang
mengecap jenjang pendidikan tinggi (diploma/sarjana).
sumber
:
BPS
http://sarrahceria.blogspot.co.id/2010/03/grafik-pengangguran-di-indonesia-tahun.html

0 komentar:
Posting Komentar